Jumat, 28 September 2018

Rindu

Teramat berat rindu ini ku rasa..
Tiada henti tuk memikirkannya.
Namun apalah daya..
bibir ini tak sanggup tuk berkata...

-RizalKenthoenk-

Selasa, 25 September 2018

Puisi Cinta

Hai Sobat, sudah lama sekali saya ga pernah nulis di blog ini lagi. Dan sekarang saya mencoba untuk menulis lagi. hehe lupa caranya nulis, tapi dicoba aja deh. Sekalipun asal-asalan ^_^.

Yup kali ini saya mencoba membuat puisi yang ga penting menurut saya :D. Karena bingung mau bikin apa, jadi ya bikin ngawur aja. Semoga yang bikin dan yang baca ga baper yaaa.


Cinta...
Kaulah yang membuat seseorang terkadang bisa menjadi gila...
Membuat seseorang merasa bahagia tak terhingga...
Kaulah yang membuat seseorang terkadang lupa...
Lupa akan sakitnya jika terluka...

Cinta...
Tanpa diduga...
Tanpa disangka...
Kau datang secara tiba-tiba...
Tak mengenal siapa...
Dan dimana...

Cinta...
Kau memberikan pelajaran yang sangat berharga..
Membuatnya tetap bersabar meski di sakiti...
Membuatnya tetap berdiri tegap meski tak di hargai...
Membuatnya tetap setia meski di khianati...





Selasa, 29 April 2014

Analisis SWOT pada diri sendiri - Interpersonal Skill

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).

Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Dengan ini kenali diri anda sendiri menggunakan metode diatas :

S   = Strenght ( apa kekuatan yang ada dalam diri anda )
W  = Weaknesses ( apa kelamahan yang ada dalam diri anda )
O   = Opportunities ( peluang / kesempatan apa saja yang sudah anda dapatkan / lewatkan )
T   =  Threats ( apa saja yang bisa menjadi ancaman anda )
  

Kecerdasan emosional dan Leadership - Interpersonal Skill

   Dalam setiap interaksi manusia, kecerdasan emosional sangatlah penting. Maka, rendahnya kecerdasan emosional bisa berakibat fatal. Dalam kisah di atas, kalau saja utusan tersebut memahami perasaan bos Petronas yang bangga akan koleksinya, tentu pembatalan kontrak tersebut tidak terjadi.
Leadership is all about relationship, sedangkan membangun dan merawat relasi/hubungan dengan baik dibutuhkan kecerdasan emosi. Karena itu, seorang pemimpin tanpa kecerdasan emosi yang baik akan sulit mendapatkan kepercayaan pengikutnya, bahkan mereka mungkin menjauhinya. Karena itu, mustahil membangun kepemimpinan efektif tanpa adanya kecerdasan emosi.

     Menurut Shankman dalam “Emotionally Intelligent Leadership” (2008), ada tiga kesadaran yang harus dilatih para pemimpin yang ingin mengembangkan kecerdasan emosionalnya: kesadaran akan diri, kesadaran akan orang lain, dan kesadaran akan konteks. Kesadaran akan diri menuntut kamu jujur mengenali emosi diri. Kesadaran akan orang lain mengharuskan kamu memperhatikan karakter setiap anggotamu atau pemimpinmu dalam organisasi. Kesadaran akan konteks menuntut kamu mengenali lingkungan, budaya ataupun norma tempat kamu bekerja.

     Untuk mempermudah, mari kita bayangkan sebuah tim sepak bola. Sang pelatih sebagai pemimpin tim harus memiliki kesadaran akan diri, kesadaran akan orang lain (dalam hal ini tim sepak bola tersebut) dan kesadaran akan konteks (peraturan, tim lain, tempat, musim pertandingan, dan lain sebagainya). Pelatih sebagai pemimpin tim hanyalah satu dari tiga faktor kecerdasan emosional.
Banyak orang tidak memiliki kesadaran akan orang lain dan konteks. Hal itu membuat mereka gagal memimpin, karena mereka berpikir bahwa cara memimpin yang sama di masa lalu bisa diterapkan pada masa kini. Biasanya orang tersebut mulai menyalahkan keadaan atau menyalahkan anggotanya. Dengan memiliki kesadaran akan diri, orang lain dan konteks seorang pemimpin mudah membagi nilai dan visi kepada anggota-anggotanya, karena mereka memahami bagaimana cara menyampaikan nilai dan visi tersebut kepada para anggota, terlebih sekadar meminta partisipasi anggota-anggotanya. Karena itu, kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor kepemimpinan efektif.

LISTENING - Interpersonal Skill

LISTENING
Impersonal Communications; ketika masing-masing kita saling memahami namun sebetulnya tidak ada keterlibatan emosi secara pribadi.
Interpersonal Communications; komunikasi antara dua orang atau lebih di mana masing-masing punya keterlibatan emosi personal, komitmen dalam menjalani hubungan itu.
 
Pendengar yang efektif :

1.Buatlah Kontak Mata
2.Nampakkan Ekspresi Wajah
3.Tanyakan Pertanyaan
4.Perhatikan Per Fase Pembicaraan
5.Hindari Meng-Instrupsi Pembicara
6.Jangan Terlalu banyak bicara
 

Persepsi - Interpersonal Skill

PERSEPSI
        adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lIngkungan mereka. Perilaku Individu seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri.


Faktor yang mempengaruhi persepsi antara lain :
         harapan pengalaman masa lalu, dan keadaan psikologis yang mana menciptakan kumpulan perseptual. Selain hal tersebut masih ada beberapa hal yang mempengaruhi persepsi, yaitu: 

    1.  Yang paling berpengaruh terhadap persepsi adalah perhatian, karena perhatian adalah proses 
         mental ketika stimulus atau rangkaian stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran, pada saat
         stimulus lainya melemah. Dalam stimulus mempunyai sifat-sifat yang menonjol, antara lain 
         intensitas dan pengulangan. Diri orang yang membentuk persepsi itu sendiri. Apabila seseorang
         melihat sesuatu dan berusaha memberikan interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia 
         dipengaruhi oleh karateristik individual yang turut berpengaruh seperti sikap kepentingan, 
         minat, kebutuhan, pengalaman, harapan dan kepribadian. 

    2.  Stimulus yang berupa obyek maupun peristiwa tertentu. Stimulus yang dimaksud mungkin
         berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap 
         persepsi orang yang melihatnya. 

    3.  Faktor situasi dimana pembentukan persepsi itu terjadi baik tempat, waktu, suasana dan 
         lain-lain.

3 UNSUR DALAM PERSEPSI
·         Pengamat
·         Objek persepsi
·         Konteks yang berkaitan dengan objek yang diminati
KEGAGALAN DAN KEKELIRUAN DALAM PERSEPSI
·         Kesalahan atribusi : atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain.
·         Efek halo : merujuk pada fakta bahwa begitu kita membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang, kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat- sifatnya yang spesifik.
·         Stereotip : adalah mengeneralisasikan orang – orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok.
·         Prasangka : suatu kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda. Istilah ini berasal dari bahasa latin ( praejudicium ), yang berarti preseden atau penilaian berdasarkan pengalaman terdahulu.
·         Gegar budaya : suatu bentuk ketidak mampuan menyesuaikan diri, yang merupakan reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang –orang baru.

Pengantar Interpersonal Skill

INTERPERSONAL SKILL
Adalah kemampuan seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
adanya komunikasi secara langsung atau face to face communication pada waktu dan tempat yang sama . Interpersonal Skill bukan merupakan bagian dari karakter kepribadian yang bersifat bawaan, melainkan merupakan ketrampilan yang bisa dipelajari. Interpersonal Skill yang baik dapat dibangun antara lain dari kemampuan mengembangkan perilaku dan komunikasi yang asertif . komunikasi yang dilakukan dengan orang lain sehingga tindak balas dan evaluasinya memerlukan orang lain.


INTRAPERSONAL
Komunikasi  antar pribadi (interpersonal communication) adalah kajian tentang proses komunikasi antar dua pribadi yang berbeda dan diharapkan masing – masing peserta komunikasi dapat menangkap reaksi secara langsung baik verbal maupun nonverbal atau komunikasi yang terjadi dalam diri sendiri maka tindak balas yang dilakukan ialah dalam internal diri sendiri.

sebagai contoh dimana seseorang ingin melakukan atau ingin menjalankan bisnis melalui internet seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya karena dijaman yang sekarang semua  menggunakan internet


Tanda-tanda komunikasi efektif menimbulkan lima hal :
  1. Pengertian / Pemahaman
  2. Kesenangan
  3. Mempengaruhi sikap
  4. Memperbaiki hubungan/ hubungan sosial yang baik
  5. Tindakan